Nephrotic Syndrome tak menghalangiku menjadi pengusaha muda sukses

anatomi ginjal

Anatomi Ginjal

Nia Febriana, seorang pengusaha muda pembuatan suvenir pernikahan dan tas ramah lingkungan kelahiran Kudus 22 Februari 1983 pada tanggal 11 Juli 2007 datang ke Klinik Fairuzholistic dengan keluhan utama Sindrom nefrotik yang telah diidapnya semdenjak gadis saat dibangku kuliah.

Sindrom nefrotik (Nephrotic syndrome) adalah gangguan ginjal yang menyebabkan tubuh mengeluarkan terlalu banyak protein dalam urin. Sindrom nefrotik biasanya disebabkan oleh kerusakan pada kelompok pembuluh darah kecil dalam ginjal yang menyaring limbah dan kelebihan air dari darah. Sindrom nefrotik menyebabkan pembengkakan (edema), terutama di kaki dan pergelangan kaki, dan meningkatkan risiko masalah kesehatan lain.

Data Laboratorium saat itu menunjukan telah terjadinya kebocoran protein atau albumin di urin. Data albumin 500 (++++), kolesterol 314, trombosit 466, LED 30, ada darah di urin 50, tekanan darah sangat rendah, indikator fungsi ginjal normal, trigliserida rendah 119. Dan diikuti dengan keluhan ngilu-ngilu dilutut dan lemas, sering sesak dan mudah lelah, bengkak di kantung mata dan di seluruh tubuh.

Di klinik Fairusholistic, oleh akupunkturis yang menanganinya, ibu Enny Setyorini, Nia disarankan terapi 3 kali seminggu. Satu kali treatment 15 kali terapi (5 minggu). Terapi yang dijalankan: akupunktur, akupunktur telinga dan akupunktur sooji, terapi diet dan terapi jus. “Sebenarnya Nia Febriana adalah pasien pertama yang kami tangani untuk kasus Neprotic Syndrom. Sementara ini kami lebih banyak menangani kasus gagal ginjal yang belum atau yang sudah cuci darah”, ujar Ibu Enny Setyorini saat menerima kehadiran Nia.

Selesai selesai treatment pertama (terapi ke 15 atau 5 minggu), terapi dikurangi menjadi 2 kali seminggu, karena tubuh tidak bengkak lagi, kaki sudah tidak ada keluhan lagi. Angka Albumin mengalami perbaikan jadi 150 (+++) dan kolesterol 246.

Terapi akupunktur tetap dilanjutkan ke treatment berikutnya termasuk terapi diet hingga albumin negatif atau tidak ada lagi kebocoran protein di urin. Yang lebih menakjubkan adalah Nia sanggup berpuasa Ramadhan seperti orang sehat setelah menjalani terapi ke-19. Selain itu kuat melakukan perjalanan ke luar kota selama 7 hari (sempat libur terapi 2 kali).

Kemudian perkembangan terus membaik sehingga belum selesai dengan treatment ketiga terapi sudah bisa mulai diperjarang menjadi 1 kali seminggu, meskipun indikator Albumin di urine masih 150 (+++). Terapi dilanjutkan hingga 5 kali kemudian sempat libur terapi 3 selama minggu.

Pada tanggal 13 Januari 2008 Nia kembali kurang nafsu makan, saat itu sempat libur terapi cukup lama, maka kemudian terapi dilanjutkan kembali seminggu sekali. Alhamdulillah, hasilnya indikator Albumin turun menjadi 75 (++) dan darah di urine tinggal 25 (+).

Dengan perkembangan yang cukup baik ini, kemudian terapi mulai bisa dilakukan dua minggu sekali hingga sebulan sekali. Pada tanggal 1 Mei 2008 indikator Albumin di urine sudah normal (-), yang menandakan tidak ada lagi kebocoran protein melalui urine. Totalnya Nia menjalani terapi selama 10 bulan lamanya.

Lima setengah tahun kemudian, Nia Febriana bersama suaminya berkunjung ke Klinik Fairuzholistic untuk silaturahim. Kondisinya ginjal tetap sehat dan penyakit yang dideritanya sejak semasa gadis saat dibangku kuliah tidak pernah diidapnya lagi. Subhannallah.

Selamat berkarya Nia, semoga cita-cita menjadi pengusaha muda sukses segera terwujud, amin.


Klinik Fairuzholistic

s lutena super lutein banner

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s