Bekam – Al Hijamah

Bekam

Bekam sangat baik untuk meringankan dan mengobati beberapa penyakit. Ia dapat dipergunakan untuk meningkatkan kesehatan, memperbaiki kesehatan tubuh, atau meningkatkan daya tahan tubuh (fungsi promotif), sehingga bisa dipakai pada orang-orang yang sehat. Selain itu, dapat dipakai pula untuk mencegah agar seseorang yang sehat tidak terserang penyakit (fungsi preventif). Pada sebagian orang sakit, bisa meringankan dan menghilangkan beberapa keluhan (fungsi paliatif), dan bisa menghilangkan penyebab penyakit (fungsi kuratif).

Kata Bekam merupakan terjemahan dari hijaamah, dari kata al-hajmu, yang berarti menghisap atau menyedot. Sehingga hijaamah atau bekam diartikan sebagai peristiwa penghisapan darah dengan alat menyerupai tabung, serta mengeluarkannya dari permukaan kulit dengan penyayatan yang kemudian ditampung di dalam gelas. Di Indonesia Bekam dikenal dengan beberapa nama seperti: canduk, canthuk, kop, cupping, mambakan dan lainnya.

Cara pengobatan Bekam dilakukan dengan membekam titik-titik di permukaan kulit. Titik yang dibekam bisa berupa

  • Titik-titik Bekam Nabi (Prophet Potent Point)
  • Titi-titik Meridian Akupunktur
  • Titik-titik Akupresur
  • Titik-titik Refleksi
  • Titik-titik Tung
  • Titik-titik Tho’ dan sebagainya.

Memahami Bekam

Menurut kedokteran tradisional, bahwa di bawah kulit, otot, maupun fascia terdapat suatu poin atau titik yang mempunyai sifat istimewa. Antara poin satu dengan poin lainnya saling berhubungan membujur dan melintang membentuk jaring-jaring atau jala. Jala ini dapat disamakan dengan meredian, cing luo, tho’, khottuz zawaal, atau habl. Dengan adanya jala ini, maka terdapat hubungan yang erat antara bagian tubuh sebelah atas dengan sebelah bawah, antara bagian dalam dengan bagian luar, antara bagian kiri dan bagian kanan, antara organ-organ tubuh dengan jaringan bawah kulit, antara organ yang satu dengan organ lainnya, antara organ dengan tangan dan kaki, antara organ padat dengan organ berongga, dan lain sebagainya, sehingga membentuk suatu kesatuan yang tak terpisahkan dan dapat bereaksi secara serentak.

Kelainan yang terjadi pada satu poin ini dapat ditularkan dan mempengaruhi poin lainnya. Juga sebaliknya, pengobatan pada satu poin akan menyembuhkan poin lainnya. Teori ini dapat menjelaskan bahwa seseorang yang sakit matanya tidak perlu dibekam pada matanya. Atau seseorang yang mengalami gangguan pada saluran pencernaannya dapat terlihat gambaran penyakit di lidahnya. Sehingga untuk mengobati pencernaannya dapat dibekam pada titik poin pencernaan maupun lidahnya, dan sebaliknya untuk mengobati penyakit pada lidah dapat dibekam di poin saluran pencernaannya.

Hasil penelitian dunia kedokteran modern mendapatkan bahwa poin istimewa merupakan motor points pada perlekatan neuromuskular (neuromuscular attachements) yang mengandung banyak mitokondria, kaya pembuluh darah, mengandung tinggi mioglobin, sebagian besar selnya menggunakan metabolisme oksidatif, dan lebih banyak mengandung cell mast, kelenjar limfe, kapiler, venula, bundle dan pleksus saraf serta ujung saraf akhir, dibanding dengan daerah yang bukan poin istimewa.

Mereka membuktikan bahwa apabila dilakukan pembekamam pada satu poin, maka di kulit (kutis), jaringan bawah kulit (sub kutis), fascia dan ototnya akan terjadi kerusakan dari mas cell dan lain-lain. Akibat kerusakan ini akan dilepaskan beberapa zat seperti serotonin, histamin, bradikinin, slow reacting substance (SRS), serta zat-zat lain yang belum diketahui. Zat-zat ini menyebabkan terjadinya dilatasi kapiler dan arteriol, serta flare reaction pada daerah yang dibekam. Dilatasi kapiler juga dapat terjadi ditempat yang jauh dari tempat pembekaman. Ini menyebabkan terjadi perbaikan mikrosirkulasi pembuluh darah. Akibatnya timbul efek relaksasi (pelemasan) otot-otot yang kaku serta akibat vasodilatasi umum akan menurunkan tekanan darah secara stabil. Yang terpenting adalah dilepaskannya corticotrophin releasing factor (CRF), serta releasing factors lainnya oleh adenohipofise. CRF selanjutnya akan menyebabkan terbentuknya ACTH, corticotrophin, dan corticosteroid. Corticosteroid ini mempunyai efek menyembuhkan peradangan serta menstabilkan permeabilitas sel.

Sedangkan golongan histamin yang ditimbulkannya mempunyai manfaat dalam proses reparasi (perbaikan) sel dan jaringan yang rusak, serta memacu pembentukan reticulo endothelial cell, yang akan meninggikan daya resistensi (daya tahan) dan imunitas (kekebalan) tubuh. Sistem imun ini terjadi melalui pembentukkan interleukin dari cell karena faktor neutral, peningkatan jumlah sel T karena peningkatan sel-enkephalin, enkephalin dan endorphin yang merupakan mediator antara susunan saraf pusat dan sistem imun, substansi P yang mempunyai fungsi parasimpatis dan sistem imun, serta peranan kelenjar pituitari dan hypothalamus anterior yang memproduksi CRF.

Penelitian lainnya menunjukkan bahwa pembekaman di kulit akan menstimulasi kuat syaraf permukaan kulit yang akan dilanjutkan pada cornu posterior medulla spinalis melalui syaraf A-delta dan C, serta traktus spino thalamicus kearah thalamus yang akan menghasilkan endorphin. Sedangkan sebagian rangsangan lainnya akan diteruskan melalui serabut aferen simpatik menuju ke motor neuron dan menimbulkan reflek intubasi nyeri. Efek lainnya adalah dilatasi pembuluh darah kulit, dan peningkatan kerja jantung.

Pada sistem endokrin terjadi pengaruh pada sistem sentral melalui hypothalamus dan pituitari sehingga menghasilkan ACTH, TSH, FSH-LH, ADM. Sedangkan melalui system perifer langsung berefek pada organ untuk menghasilkan hormon-hormon insulin, thyroxin, adrenalin, corticotropin, estrogen, progesteron, testosteron. Hormon-hormon inilah yang bekerja di tempat jauh dari yang dibekam.

Proses pengobatan bekam (berpatokan pada patofisiologi akupunktur) secara ringkas dilakukan dengan beberapa cara:

A. Dengan memperkuat chi (energi) bagian tubuh yang lemah (defisiens/hipo) dan mengurangi chi bagian tubuh yang berlebihan (hiper).
1. Memperkuat bagian tubuh yang lemah – Memperkuat bagian meridian tubuh yang lemah
– Memperkuat meridian luar dengan meridian dalam
– Memperkuat meridian ibu
2. Melemahkan bagian tubuh yang berlebihan (ekses/hiper) – Melemahkan penyakit meridian tubuh yang terlalu berlebihan
– Melemahkan meridian luar dan meridian dalam
– Melemahkan meridian anak
3. Kombinasi antara memperkuat bagian tubuh yang lemah dan mengurangi bagian tubuh yang berlebihan.
B. Membuang panas tubuh dan menghangatkan bagian tubuh yang dingin
1. Membuang panas tubuh, meliputi: – Membuang panas yang berasal dari luar tubuh
– Membuang panas yang berasal dari dalam tubuh, mencakup:

  • Membuang panas yang masuk ke paru-paru
  • Membuang panas yang berada di hati dan empedu
  • Membuang panas dari lambung dan limpe

– Membuang panas yang disebabkan kekuarangan/difisiens panas:

  • Membuang panas di paru-paru
  • Membuang panas di hati karena difisiens
  • membuang panas di liver dan ginjal karena defisiens
2. Menghangatkan bagian tubuh yang dingin, dengan cara: – Menghangatkan Yang untuk mengusir dingin
– Menghangatkan Yang dan memperkuat difisiens
3. Kombinasi antara menghangatkan Yang dan mengusir panas
C. Mengobati daerah luar dan dalam tubuh
1.
2.
3.
Mengobati daerah luar untuk penyakit yang akut
Mengobati daerah dalam untuk penyakit yang kronis
Kombinasi antara daerah luar dan dalam
D. Mengobati penyakit yang sejenis dengan metode pengobatan yang berbeda dan mengobati penyakit yang berbeda dengan metode yang sama

Beberapa Penyakit yang dapat diobati dengan Bekam

A. Gangguan dan Nyeri Pada Otot, Tulang, dan Sendi
Nyeri Kepala
Nyeri Dahi
Nyeri Migrain
Nyeri Wajah Trigeminal
Nyeri Atas Mata
Nyeri Kepala Belakang
Nyeri Leher
Nyeri Tulang Leher
Nyeri Sendi Bahu
Nyeri Lengan Atas
Nyeri Siku
Nyeri Pergelangan Tangan
Nyeri Tulang Belikat
Nyeri Tulang Iga
Nyeri Punggung Atas
Nyeri Lumbal
Nyeri Pinggang
Nyeri Punggung
Nyeri Skiatika
Nyeri Punggung Bawah Menjalar ke Tungkai
Nyeri Lutut
Nyeri Tumit
Nyeri Mata Kaki Luar
Nyeri Mata Kaki Dalam
Nyeri Jari Tangan
Nyeri Jari Kaki
Nyeri Pergelangan Kaki
Nyeri Angina Pektoris
Nyeri Ginjal
Nyeri Perut Mendadak
Nyeri Ulu Hati
Nyeri Gigi
Nyeri Artritis
Nyeri Otot (Mialgia)
Nyeri Panggul
Nyeri Dada
Nyeri Betis
Nyeri Sendi Kakidan Jari Kaki
Nyeri Paha
B. Gangguan dan Penyakit Dalam
Kelelahan
Tekanan Darah Tinggi
Tekanan Darah Rendah
Flu
Batuk
Bronkitis Kronis
Asma Bronkiale
Ceguken
Maag
Mual dan Muntah
Diare
Sembelit
Kesulitan Buang Air Kecil
Beser
Impotensi
Berdebar-debar
Ngompol
Epilepsi
Vertigo
Skizofrenia
Histeria
Sulit Tidur
Rasa Terbakar
Kesukaran Menelan
Gangguan Pencernaan dan Kembung
Pingsan
Menguatkan Syahwat
Rahang Terkatup
Lidah Kaku
Lumpuh Tangan dan Kaki
Kelumpuhan Wajah
Meningkatkan Kecerdasan
C. Penyakit Bedah
Radang Kantung Empedu
Batu Empedu
Batu Ginjal
Batu Ureter
Batu Kandung Kencing
Wasir
D. Gangguan dan Penyakit Kewanitaan
Pendarahan Rahim Disfungsional
Nyeri Haid
Radang Payudara
Keputihan
Kemandulan
Radang Panggul
Mual dan Muntah saat Hamil
ASI tidak lancar
Amenore
E. Gangguan Pada Panca Indra
Katarak
Pendengaran Berkurang
Telinga Berdengung
Penyakit Meniere’s
Radang Hidung
Radang Sinus (Sinusitis)
Mimisan
Sariawan
Gatal Biduran
Gatal Pruritis
Jerawat
Kulit Belang
Mencerahkan Pandangan

Beberapa Penyakit yang tidak bisa diobati dengan Bekam

  1. Penyakit yang disertai perubahan anatomi dan morfologi tubuh, seperti: kanker dan tumor.
  2. Penyakit yang memerlukan operasi, seperti: patah tulang, dislokasi tulang dan sendi, dan ruptur (lepasnya) organ-organ dalam tubuh.
  3. Penyakit karena trauma fisik, terkena zat kimia, tersiram air panas, dan luka bakar.
  4. Penyakit karena kecelakaan, seperti: tenggelam, tersengat listrik, luka-luka robek, dan lecet.

Klinik Fairuzholistic

s lutena super lutein banner